Sabtu, 16 Mei 2015

Jangan Terlalu Berharap, Kalau Jatuh Sakit Loh!

"Jangan terlalu berharap, kalau jatuh sakit loh!" 

Perkataan itulah yang sering kita dengar dari para remaja saat ini. Yang demikian itu, biasanya untuk remaja-remaja yang sering diphp (pemberi haparapan palsu)-in sama cowok atau cewek yang diimpi-impikan, yang tiap hari dipikirin, yang ya, apalah itu. Anak remaja jaman sekarang ada aja istilah-istilah yang begitu (walaupun sebenernya saya juga masih remaja sih, hehe). Tapi, untuk masalah yang seperti itu sih, nggak begitu penting. Untuk apa kita mikirin begituan? Menggalaukan hal-hal yang nggak pasti, dan nggak jelas begitu memang ada untungnya?  Yakin deh, jodoh itu pasti ada. Udah dicatat kok di lauhul mahfudz, inshaaAllah. Jodoh nggak bakal kemana kok, kata orang-orang.

Sebenarnya, yang akan saya bahas bukan hal-hal yang mengarah kesana. Jadi, yang dimaksud terlalu berharap itu bagaimana sih? Karena saat ini saya sedang mencari-cari dimanakah saya harus melanjutkan studi (bertholaabul 'ilmi), yang sekiranya cocok dan terbaik untuk saya, bukan untuk gengsi atau pun sensasi ya. Yang menurut kita baik, belum tentu baik juga bagi Allah. Jadi bagaimana caranya kita mendapatkan yang terbaik?

Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba mendaftar di LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab), yang kalian bisa tau sendiri pesaingnya berat-berat. Karena yang ikut mendaftar disana adalah santri-santri berilmu dan memiliki hafalan al-Qur'an yang lumayan juga. Dan pendaftaran disana dibutuhkan tekad yang mantap, karena beberapa proses pendaftaran dibutuhkan kesabaran juga.
Saya sudah belajar semaksimal yang saya bisa untuk mengikuti tes tulis disana, saya sudah ikut bimbingan dari mahasiswi LIPIA-nya sendiri. Saat saya mengerjakan tes, saya merasa mudah dan saya sudah sangat yakin dengan jawaban saya. Saya sudah menelitinya berulang-ulang. Satu hari setelahnya, sudah keluar i'lan dari sana. Dan apa hasilnya? Nihil! Seolah tak percaya, saya mencari nama saya berulang kali. Dan ternyata yang saya baca memang tidak salah, baiklah memang tidak ada nama saya disana. Apakah saya mau protes kesana? Atau mau mencak-mencak kesana, agar nama saya dicantumkan disana? Rasanya udah sungguh-sungguh saya mengerjakannya waktu itu, tapi kenapa? Tidak! Sekali-kali jangan melakukan yang demikian itu wahai saudariku seiman.

Mungkin ini bukan pilihan yang terbaik untuk kita. Hilangkan rasa yang seperti itu. Hilngakan hawa nafsu, emosi. Yang demikian itulah bisa dikatakan terlalu berharap. Yaitu apabila seseorang belum dijodohkan dengan sesuatu, dia akan merasa sakit hati. Merasa sedih yang berlebihan, sampai meratapinya (bisa jadi). Dia sudah terlanjur mengumbar kesana kemari tentang sesuatu itu, sudah membangga-banggakannya, padahal belum pasti hasilnya. Kan kalau hasilnya nihil, malu juga. Bisa gengsi dimana-mana. 

Sekali-kali janganlah berbuat seperti itu ya ukhti. Mungkin masih ada tempat yang jauh lebih baik untuk kita. Percayalah, Allah SWT telah merencanakan sesuatu yang jauh lebih indah untuk kita kedepannya. Ingatlah, karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan perbuatan hamba-Nya. Sekecil apapun itu.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 

Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.
(Shahih Muslim No.4832)

Maka perbanyaklah beribadah kepada Allah SWT. Luruskan niat, bahwa semua yang akan antunna kerjakan semata-mata untuk Allah SWT. Tidak untuk yang lain. Sesuatu yang dikerjakan untuk Allah SWT, akan diiringi dengan dimudahkannya urusan kita di dunia, inshaaAllah.

Semoga bermanfaat. Jazakumullah khair sudah menyempatkan untuk membaca artikel ini. Maaf apabila masih ada kata-kata yang kurang mengena. Tafadhol kalau mau dikritik..